Novemberku Yang Kelam
Lama hari setelah lebaran tahun 2008,saya berulang tahun ke 13 pada tanggal 8 oktober yaitu pada hari rabu,saya di janjikan oleh kakak saya,sebelum dia pergi kembali ke rantaunya pergi jalan-jalan ke tempat permandian
saya sangat gembira,kami pergi bersama-sama,tapi sayang ayah saya tidak mau ikut dengan kami,dengan alasan,kaki sebelah kiri ayah sakit .namun saya pahami itu.
Sepulang dari tempat pemandian itu kira-kira jam 09.00 wib kami sudah kembali kerumah.tapi saya tidak menemuai ayah saya di rumah,ternyata dia terjebak hujan di rumah seorang dokter,karena ayah saya pergi berobat.kami khawatir dengan keadaan ayah,ibu saya menyuruh dua kakak laki-laki saya pergi menjemput ayah.
Beberapa hari kemudian….
Hari itu hari kamis, dimana jadwal saya untuk course,seperti biasa setiap pulang course saya di jemput ayah,kami lakukan itu setiap hari senin,kamis,dan jum’at.tapi entah kenapa hari kamis itu kelihatanya ayah bertambah sakit,setiba di rumah pada sore itu, saya mengadu kepada ibu,bahwa ayah sakit.kemudian ibu mengajak ayah pergi berobat ke rumah sakit,namun ayah menolak,katanya”nggak usah sekarang,ayah masih ingin dirumah,lagian ayah nggak apa-apa kok,nggak usah sedih(melihat ibu,saya dan kakak menangis), besok sajalah ku pergi berobat”!ujar ayah terakhir
Keesokan harinya,ayah pergi kerumah sakit umum daerah pariaman atau RSUD, ,ternyata dokter meminta ayah untuk dirawat inap. ternyata penyakit diabetesnya ayah kambuh .”kaki bapak perlu di operasi”.hujar dokter
kakak saya yang baru lima hari balik pergi kerantaunya kembali pulang,tapi sebelum kakak saya sampai,ayah saya sudah selesai di operasi .yang di operasi kaki kirinya yang sakit itu.
Malamnya,kami memutuskan untuk bersama-sama pergi ke rumah sakit.
Setelah empat hari kakak-kakak saya di rumah,mereka memutuskan untuk pergi lagi,karna di lihat keadaan ayah sudah mendingan .mereka pamitan kepada ayah ,lalu ayah mengizinkan mereka pergi dengan syarat kakak perempuan harus tinggal(tapi kami melihat raut sedih ayah),mendengar itu perasaan kami kurang yakin bahwa ayah mengizinkan mereka pergi
Lalu kakak saya memutuskan untuk tidak jadi pergi sampai ayah bias dibawa pulang , tiga belas hari sudah ayah dirawat,tapi belum juga sembuh.hari yang ketiga belas itu, ayah tidak mau makan lagi,pada suatu senja,saat akan azan maghrip, ayah drop tidak sadarkan diri. tapi saya tidak dapat menemani ayah di rumah sakit,karena di rumah sakit itu tidak boleh menemani lebih dari satu orang, alhamdullilah ayah sadar kembali,tapi tetap tidak mau makan,ayah bilang nasinya bau ,padahal nasi itu baru di beli.
Hufftt…tiga belas hari sudah ayah dirawat,tapi belum juga sembuh. :'(
Di suatu sore ,sepulang sekolah & bimbel saya di jemput oleh kakak perempuan untuk lekas pergi ke rumah sakit,di perjalanan,perasaan hati saya sudah tidak enak,saya bertanya kepada kakak:”ncim…kenapa haus dijemput sekarang?kan biasanya cha yang pergi sendiri!”tapi kakak saya tidak mau menjawab,sesampai di ruang tempat di rawatnya ayah…saya melihat ibu menangis sedih,ternyata ayah kembali drop!lalu kami semua menangis di sampingnya,sampai isya pun tiba,ayah tidak sadarkan diri,lalu kakak memutuskan untuk meminta surat rujukan untuk memindahkan ke rumah sakit yang lebih canggih peralatanya,yaitu salah satu rumah sakit yang berada di kota padang.tapi surat rujukan belum juga siap.
Setelah suratnya siap.Jam dua belas malam ayah di larikan kerumah sakit M.djamil ,tapi sedihnya saya diperbolehkan untuk ikut ke RS M.djamil.dengan alasan besok saya harus sekolah,tapi sakin capeknya saya keesokan harinya saya tidak jadi sekolah..lalu saya sms teman untuk memintakan izin kepada guru,dengan alasan bahwa saya sakit.saya beri alasan itu dengan maksud agar teman-teman tidak tahu kesedihan yang saya rasakan saat itu.
Sore nyalah baru saya bisa pergi melihat ayah, walau matanya terbuka,dia dapat melihat saya,namun kata dokter kemampuan kerja otaknya berkurang(semacam amnesia),sehingga dia seakan-akan tidak mengenal kami semua.saya sangat sedih,saya ajak ayah bicara,tapi sayangnya dia tidak mampu bicara karna terlalu banyak alat rumah sakit yang di masukan melalui mulut dan hidungnya,saya kasihan melihatnya,sepertinya ayah kesakitan memakai alat itu.tapi mau di apakan lagi.
Dokter tetap menyuruh kami untuk mengajak ayah bicara agar ayah memberikan suatu tanda kemajuan yang berarti,lalu kakak saya bicara sambil manangi”yahh…yahhh…cepat sembuh, adek nggak mau sekolah kalu nggak ayah yg nganter!!”.lalu tidak ada respon yang di harapkan ,lalu saya pun mulai mangajak bicara ayah bicara”ayah…ayah…antakanlah cha pergi bimbel,trus jemput.kalu nggak ayah yang jemput, cha nggak mau bimbel.”!!
Tapi itu tidak membuat ayah kembali sadar bagai punduk merindukan bulan
.setelah malam telah larut ,kakak mengantarkan saya pulang,namun setelah tujuh hari ayah belum juga sadar.tujuh hari itu lah saya tidak dapat bertemu dengan ayah,karena saya juga tidak boleh kecapean dan harus sekolah.pada hari kamisnya… sekitar satu minggu sesudah itu tepatnya hari rabu malam saya baru dapat melihat ayah di rumah sakit.entah mengapa rasanya saya tidak tahu rasa,rasanya kosong.pada kesempatan ini saya melalai kan waktu-waktu bersama ayah,saya tidak terlalu lama mengajak ayah bicara,rasanya percuma.
Besolknya saya pulang bimbel, kali ini terasa beda,satu,karna biasanya pulang bimbel di bonceng sama ayah,tapi kali ini saya pulang naik angdes,dua,karna di perjalanan pulang ,entah mangapa saya bias tertawa lebar,seperti tidak ada beban,namun di suatu keadaan saya tersadar,lalu saya termenung dan merasa sangat sedih,dan saya meneteskan air mata.namun air mata itu langsung saya hapus sehingga teman-teman tidak tau kesedihan saya.
Sesampai di rumah ,seperti biasa saya duduk sejenak di atas kursi depan rumah,ketika itu kakak saya baru pulang dri rumah sakit,lalu bibi (adek ibu)datang kerumah dengan tampang sedih ,dia bertanya”si il sudah pulang?”lalu saya menjawab”sudah,tapi dia sedang mandi,memangnya ada perlu apa uncu?”tapi pertanyaan saya tidak di jawab,hingga akhirnya kakak saya selesai mandi,lalu bibi saya bicar”il …..(lalu terdiam sebentar dan menagis)ayah.ayahhh sudah pergi untuk selamanya!”mendengar hal itu saya langsung terdiam(mengucap innalillahiwainnalillahi rojiun di dalam hati),tapi tidak langsung menangis,saya malah termenung & berfikir,kalau sosok ayah telah tiada,apakah hidup bisa saya jalani dengan baik,?apakah masih bisa sepertu dulu,seperti hidup ini masih seindah dulu?”baru saya tersadar dan menangis,dan pertanyaan itu saya dapati jawabany,jawabanya suram,lalu sayapun menangis sekuat hati,hancur berkeping-kepinglah hati saya.saat itu tepat (azan magrip),lalu kakak saya yang satu lagi di telphon oleh paman saya,bahwa dia di suruh cepat pulang dan tidak di beri alsan yang pasti.sesampainya di rumah motor kakak saya yang tadi di pegang langsung oleh paman.lalu berkata”bersabar ya fer…ayah sudah dipanggil oleh yang maha kuasa”kami berduka di maghrip, tanggal 6 november 2008.
Lalu kami semua sholat maghrip,di dalam doa saya brontak(karna emosi kurang stabil),”mengapa ..mengapa ya allah saya yang masih kecil ini harus kehilangan sosok seorang ayah ?
Jam sebelas malam jenazah ayah sampai di rumah,melihat wajah ayah yang tersenyum,saya pun tersenyum sambil menangis haru.karena terlalu capek saya tertidur disamping kanan ayah,dan terbangun karna saya mendengar suara yang bising,ternyata semua keraba yang berada jauh sampai di rumah,setelah itu saya tidak tidur lagi sampai shubuh pun datang.
Pada saat jenazah ayah di mandikan,saya ditak sanggup melihat,hanya melihat sesekali,dengan tangisan.ketika jenazah ayah dimandikan saya pun mandi,lalu sesudah di kafani ,kami sebagai keluarga menyetujui bahwa ayah akan di kuburkan di kampung halamanya,dan kebetulan di kubur disamping ibunya(nenek).yang sebelumnya di shalatkan di masjid,sungguh sedih hatiku melihat ayah di kubur,saya tidak dapat berkata sepatah pun.
Setelah kepergian ayah ,saya menjadi anak yang cengeng,dan pemalas sehingga prestasi saya menurun.sungguh sedih menjadi anak yatim. :’(
Jika saya melihat suatu keakraban ayah dan anak sekarang saya menjadi iri,karna saya tidak dapat memilikinya lagi.
& Saya sangat-sangat menyesal telah melalikan saat-saat terakhir dengan ayah.
I love you dad…
Cha rindu dengan mu ayahhh…….
:'(
:'(
Lama hari setelah lebaran tahun 2008,saya berulang tahun ke 13 pada tanggal 8 oktober yaitu pada hari rabu,saya di janjikan oleh kakak saya,sebelum dia pergi kembali ke rantaunya pergi jalan-jalan ke tempat permandian
saya sangat gembira,kami pergi bersama-sama,tapi sayang ayah saya tidak mau ikut dengan kami,dengan alasan,kaki sebelah kiri ayah sakit .namun saya pahami itu.
Sepulang dari tempat pemandian itu kira-kira jam 09.00 wib kami sudah kembali kerumah.tapi saya tidak menemuai ayah saya di rumah,ternyata dia terjebak hujan di rumah seorang dokter,karena ayah saya pergi berobat.kami khawatir dengan keadaan ayah,ibu saya menyuruh dua kakak laki-laki saya pergi menjemput ayah.
Beberapa hari kemudian….
Hari itu hari kamis, dimana jadwal saya untuk course,seperti biasa setiap pulang course saya di jemput ayah,kami lakukan itu setiap hari senin,kamis,dan jum’at.tapi entah kenapa hari kamis itu kelihatanya ayah bertambah sakit,setiba di rumah pada sore itu, saya mengadu kepada ibu,bahwa ayah sakit.kemudian ibu mengajak ayah pergi berobat ke rumah sakit,namun ayah menolak,katanya”nggak usah sekarang,ayah masih ingin dirumah,lagian ayah nggak apa-apa kok,nggak usah sedih(melihat ibu,saya dan kakak menangis), besok sajalah ku pergi berobat”!ujar ayah terakhir
Keesokan harinya,ayah pergi kerumah sakit umum daerah pariaman atau RSUD, ,ternyata dokter meminta ayah untuk dirawat inap. ternyata penyakit diabetesnya ayah kambuh .”kaki bapak perlu di operasi”.hujar dokter
kakak saya yang baru lima hari balik pergi kerantaunya kembali pulang,tapi sebelum kakak saya sampai,ayah saya sudah selesai di operasi .yang di operasi kaki kirinya yang sakit itu.
Malamnya,kami memutuskan untuk bersama-sama pergi ke rumah sakit.
Setelah empat hari kakak-kakak saya di rumah,mereka memutuskan untuk pergi lagi,karna di lihat keadaan ayah sudah mendingan .mereka pamitan kepada ayah ,lalu ayah mengizinkan mereka pergi dengan syarat kakak perempuan harus tinggal(tapi kami melihat raut sedih ayah),mendengar itu perasaan kami kurang yakin bahwa ayah mengizinkan mereka pergi
Lalu kakak saya memutuskan untuk tidak jadi pergi sampai ayah bias dibawa pulang , tiga belas hari sudah ayah dirawat,tapi belum juga sembuh.hari yang ketiga belas itu, ayah tidak mau makan lagi,pada suatu senja,saat akan azan maghrip, ayah drop tidak sadarkan diri. tapi saya tidak dapat menemani ayah di rumah sakit,karena di rumah sakit itu tidak boleh menemani lebih dari satu orang, alhamdullilah ayah sadar kembali,tapi tetap tidak mau makan,ayah bilang nasinya bau ,padahal nasi itu baru di beli.
Hufftt…tiga belas hari sudah ayah dirawat,tapi belum juga sembuh. :'(
Di suatu sore ,sepulang sekolah & bimbel saya di jemput oleh kakak perempuan untuk lekas pergi ke rumah sakit,di perjalanan,perasaan hati saya sudah tidak enak,saya bertanya kepada kakak:”ncim…kenapa haus dijemput sekarang?kan biasanya cha yang pergi sendiri!”tapi kakak saya tidak mau menjawab,sesampai di ruang tempat di rawatnya ayah…saya melihat ibu menangis sedih,ternyata ayah kembali drop!lalu kami semua menangis di sampingnya,sampai isya pun tiba,ayah tidak sadarkan diri,lalu kakak memutuskan untuk meminta surat rujukan untuk memindahkan ke rumah sakit yang lebih canggih peralatanya,yaitu salah satu rumah sakit yang berada di kota padang.tapi surat rujukan belum juga siap.
Setelah suratnya siap.Jam dua belas malam ayah di larikan kerumah sakit M.djamil ,tapi sedihnya saya diperbolehkan untuk ikut ke RS M.djamil.dengan alasan besok saya harus sekolah,tapi sakin capeknya saya keesokan harinya saya tidak jadi sekolah..lalu saya sms teman untuk memintakan izin kepada guru,dengan alasan bahwa saya sakit.saya beri alasan itu dengan maksud agar teman-teman tidak tahu kesedihan yang saya rasakan saat itu.
Sore nyalah baru saya bisa pergi melihat ayah, walau matanya terbuka,dia dapat melihat saya,namun kata dokter kemampuan kerja otaknya berkurang(semacam amnesia),sehingga dia seakan-akan tidak mengenal kami semua.saya sangat sedih,saya ajak ayah bicara,tapi sayangnya dia tidak mampu bicara karna terlalu banyak alat rumah sakit yang di masukan melalui mulut dan hidungnya,saya kasihan melihatnya,sepertinya ayah kesakitan memakai alat itu.tapi mau di apakan lagi.
Dokter tetap menyuruh kami untuk mengajak ayah bicara agar ayah memberikan suatu tanda kemajuan yang berarti,lalu kakak saya bicara sambil manangi”yahh…yahhh…cepat sembuh, adek nggak mau sekolah kalu nggak ayah yg nganter!!”.lalu tidak ada respon yang di harapkan ,lalu saya pun mulai mangajak bicara ayah bicara”ayah…ayah…antakanlah cha pergi bimbel,trus jemput.kalu nggak ayah yang jemput, cha nggak mau bimbel.”!!
Tapi itu tidak membuat ayah kembali sadar bagai punduk merindukan bulan
.setelah malam telah larut ,kakak mengantarkan saya pulang,namun setelah tujuh hari ayah belum juga sadar.tujuh hari itu lah saya tidak dapat bertemu dengan ayah,karena saya juga tidak boleh kecapean dan harus sekolah.pada hari kamisnya… sekitar satu minggu sesudah itu tepatnya hari rabu malam saya baru dapat melihat ayah di rumah sakit.entah mengapa rasanya saya tidak tahu rasa,rasanya kosong.pada kesempatan ini saya melalai kan waktu-waktu bersama ayah,saya tidak terlalu lama mengajak ayah bicara,rasanya percuma.
Besolknya saya pulang bimbel, kali ini terasa beda,satu,karna biasanya pulang bimbel di bonceng sama ayah,tapi kali ini saya pulang naik angdes,dua,karna di perjalanan pulang ,entah mangapa saya bias tertawa lebar,seperti tidak ada beban,namun di suatu keadaan saya tersadar,lalu saya termenung dan merasa sangat sedih,dan saya meneteskan air mata.namun air mata itu langsung saya hapus sehingga teman-teman tidak tau kesedihan saya.
Sesampai di rumah ,seperti biasa saya duduk sejenak di atas kursi depan rumah,ketika itu kakak saya baru pulang dri rumah sakit,lalu bibi (adek ibu)datang kerumah dengan tampang sedih ,dia bertanya”si il sudah pulang?”lalu saya menjawab”sudah,tapi dia sedang mandi,memangnya ada perlu apa uncu?”tapi pertanyaan saya tidak di jawab,hingga akhirnya kakak saya selesai mandi,lalu bibi saya bicar”il …..(lalu terdiam sebentar dan menagis)ayah.ayahhh sudah pergi untuk selamanya!”mendengar hal itu saya langsung terdiam(mengucap innalillahiwainnalillahi rojiun di dalam hati),tapi tidak langsung menangis,saya malah termenung & berfikir,kalau sosok ayah telah tiada,apakah hidup bisa saya jalani dengan baik,?apakah masih bisa sepertu dulu,seperti hidup ini masih seindah dulu?”baru saya tersadar dan menangis,dan pertanyaan itu saya dapati jawabany,jawabanya suram,lalu sayapun menangis sekuat hati,hancur berkeping-kepinglah hati saya.saat itu tepat (azan magrip),lalu kakak saya yang satu lagi di telphon oleh paman saya,bahwa dia di suruh cepat pulang dan tidak di beri alsan yang pasti.sesampainya di rumah motor kakak saya yang tadi di pegang langsung oleh paman.lalu berkata”bersabar ya fer…ayah sudah dipanggil oleh yang maha kuasa”kami berduka di maghrip, tanggal 6 november 2008.
Lalu kami semua sholat maghrip,di dalam doa saya brontak(karna emosi kurang stabil),”mengapa ..mengapa ya allah saya yang masih kecil ini harus kehilangan sosok seorang ayah ?
Jam sebelas malam jenazah ayah sampai di rumah,melihat wajah ayah yang tersenyum,saya pun tersenyum sambil menangis haru.karena terlalu capek saya tertidur disamping kanan ayah,dan terbangun karna saya mendengar suara yang bising,ternyata semua keraba yang berada jauh sampai di rumah,setelah itu saya tidak tidur lagi sampai shubuh pun datang.
Pada saat jenazah ayah di mandikan,saya ditak sanggup melihat,hanya melihat sesekali,dengan tangisan.ketika jenazah ayah dimandikan saya pun mandi,lalu sesudah di kafani ,kami sebagai keluarga menyetujui bahwa ayah akan di kuburkan di kampung halamanya,dan kebetulan di kubur disamping ibunya(nenek).yang sebelumnya di shalatkan di masjid,sungguh sedih hatiku melihat ayah di kubur,saya tidak dapat berkata sepatah pun.
Setelah kepergian ayah ,saya menjadi anak yang cengeng,dan pemalas sehingga prestasi saya menurun.sungguh sedih menjadi anak yatim. :’(
Jika saya melihat suatu keakraban ayah dan anak sekarang saya menjadi iri,karna saya tidak dapat memilikinya lagi.
& Saya sangat-sangat menyesal telah melalikan saat-saat terakhir dengan ayah.
I love you dad…
Cha rindu dengan mu ayahhh…….
:'(
:'(